DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

6 April 2006

Forum Rektor Perguruan Tinggi memberikan masukan pada RUU Penataan Ruang

Dalam rangka menampung aspirasi dan masukan dari Perguruan Tinggi, terutama yang memiliki program studi yang berkaitan dengan penataan ruang, Rektor UNDIP berinisiatif untuk mengundang perguruan tinggi tersebut dalam acara “Diskusi Pembahasan RUU Penataan Ruang oleh Perguruan Tinggi dan Departemen PU” di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang (5/4). Diskusi ini diadakan dalam konteks akademis untuk menampung seluruh masukan bagi RUU Penataan Ruang, yang meliputi dasar dan filosofi RUU Penataan Ruang, kerangka susunan RUU Penataan Ruang, serta substansi RUU Penataan Ruang. Demikian jelas Holi Bina Wijaya selaku Ketua Panitia acara tersebut.

RUU Penataan Ruang seyogyanya memperlihatkan suatu perbedaan yang jelas dengan UU No. 24/1992 tentang Penataan Ruang, karena RUU Penataan Ruang ini mencerminkan orde reformasi di bidang Penataan Ruang, jelas Rektor UNDIP Eko Budihardjo dalam sambutannya.
Dalam acara yang dihadiri oleh para akademisi dari UNDIP Semarang, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Surakarta, Bappeda Prov. Jawa Tengah, serta Tim Perumus RUU Penataan Ruang dari Ditjen Penataan Ruang Dep. PU, Dirjen Penataan Ruang A. Hermanto Dardak berkesempatan untuk menyampaikan paparannya mengenai “Pokok-pokok Pemikiran Revitalisasi Penataan Ruang melalui Perkuatan Pengaturan untuk Mewujudkan Ruang Nusantara yang Nyaman, Produktif dan Berkelanjutan”. Hermanto Dardak menyampaikan bahwa daya saing perekonomian Indonesia dalam konteks regional maupun internasional serta posisi Indonesia yang sangat strategis karena dilalui oleh 3 jalur ALKI (Alur Pelayaran Internasional) serta Asian Highway menjadi suatu tantangan eksternal bagi penataan ruang nasional. Selain itu perlu diperhatikan pula faktor tantangan internal seperti asset ruang nasional (darat, laut, udara) dan sumberdaya alam.

Selanjutnya Hermanto Dardak menjelaskan pula mengenai kerangka strategis penataan ruang serta kerangka materi RUU Penataan Ruang yang diharapkan dapat mewujudkan tujuan penataan ruang nasional yaitu mewujudkan ruang wilayah nasional yang nyaman, produktif, dan berkelanjutan berlandaskan Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Acara dilanjutkan dengan mendengarkan berbagai masukan yang disampaikan oleh para akademisi yang hadir. Selanjutnya disepakati bahwa Forum Rektor Perguruan Tinggi akan mengolah lebih lanjut masukan bagi RUU Penataan Ruang dengan perguruan tinggi lainnya yang belum hadir pada kesempatan hari ini, dan kemudian masukan tersebut akan diserahkan kepada Tim Perumus RUU Penataan Ruang sebagai bahan untuk pembahasan selanjutnya dengan Pansus RUU Penataan Ruang DPR-RI. (nil)


Sumber : admintaru

Kembali ke halaman sebelumnyaIndeks Berita