DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

19 Juni 2006

PANSUS TARU DPRD KOTA TOMOHON LAKUKAN KONSULTASI KE DITJEN PENATAAN RUANG

Pansus Penataan Ruang DPRD Kota Tomohon didampingi Ketua Bappeda Provinsi Sulawesi Utara melakukan kunjungan ke Direktorat Jenderal Penataan Ruang Departemen PU dalam rangka konsultasi berkaitan dengan penyusunan Rencana Tata Ruang Kota Tomohon sebelum ditetapkan menjadi peraturan daerah. Kunjungan tersebut disambut baik Direktur Jenderal Penataan Ruang Hermanto Dardak, yang berharap Rencana Tata Ruang Kota Tomohon nantinya dapat menghasilkan ruang yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan.



Menurut Hermanto, Sulawesi Utara merupakan wilayah yang sedang berkembang seperti Kalimantan dan Nusa tenggara Barat yang memerlukan pendekatan-pendekatan yang berbeda dengan Pulau Jawa dan ali yang sudah maju. Rencana Tata Ruang Kota Tomohon, tambahnya harus dapat berperan sebagai “engine of growth” baik untuk kota itu sendiri maupun bagi kawasan-kawasan disekitarnya. Dalam konteks Kota Tomohon perlunya diatur tentang antisipasi terhadap bencana alam mengingat terdapatnya Gunung Lokon yang termasuk gunung berapi aktif, pengamanan kawasan lindung dan pengaturan ruang terbuka hijau (RTH).



Dalam pengendalian pemanfaatan ruang di Kota tomohon dapat dilakukan dengan penetapan pada batasan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dan Koefesien Lantai Bangunan (KLB) melalui Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dengan instrumen perijinan sehingga diharapkan adanya sharing energy melalui pemberian ijin yang jelas. Mengenai masalah selisih luas wilayah, menurut Hermanto Dardak, sebaiknya dibentuk Tim independen dari unsur wilayah terkait yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah Propinsi sehingga diperoleh kejelasan batas wilayah masing-masing.



Sebelumnya rombongan Pansus DPRD Kota Tomohon juga melakukan kunjungan ke Kota Cimahi dalam rangka kegiatan studi banding penerapan Peraturan Daerah Tata Ruang Kota Cimahi. Kota Tomohon sendiri dengan luas wilayah 14.721,72 ha dan penduduk 96.997 jiwa mengalami peningkatan dibidang perekonomian. Hal ini tergambar dari indikasi PDRB perkapita Kota Tomohon yang mencapai lebih dari Rp. 17,47 juta pada tahun 2004 menurut harga berlaku dan sebesar lebih dari Rp. 10,85 juta menurut harga konstan. Apabila dibandingkan dengan PDRB perkapita kabupaten/kota lain di Sulawesi Utara, rata-rata penduduk Kota Tomohon relatif lebih tinggi setelah Kota Bitung. (gus)



Sumber : Pusat Komunikasi Publik 160606

Kembali ke halaman sebelumnyaIndeks Berita