DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

21 Juni 2006

Banjir di Sulsel, 55 Jenazah Ditemukan

Makassar, Rabu

Hingga Rabu (21/6) pagi, sudah ditemukan 55 jenazah korban banjir di Kota Sinjai, Kabupaten , Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba dan Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel). Korban tewas cukup besar karena selain akibat terseret air, juga karena terjadi longsoran besar di Kecamatan Sinjai Tengah yang juga menimbulkan korban jiwa.

Polisi belum dapat memisahkan berapa banyak korban jiwa karena banjir dengan korban tanah longsor, kecuali menyebutkan bahwa upaya pencarian masih terus dilakukan karena dikhawatirkan masih ada korban yang tertimbun atau hanyut yang belum ditemukan.

Jenazah-jenazah tersebut sudah diserahkan kepada keluarga masing-masing dan sebagian besar telah dikebumikan. Dengan penemuan jenazah tersebut, maka data sementara jumlah korban tewas akibat bencana alam yang melanda Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba dan Sinjai telah mencapai 55 orang, yakni di Sinjai 48 orang, Bulukumba tiga orang, Bantaeng dua orang dan enam orang belum ditemukan serta Jeneponto dua orang tewas.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Sinjai Budiman mengatakan, cuaca di Sinjai dan sekitarnya Rabu pagi ini mulai cerah dan warga yang rumahnya masih bisa dihuni sudah kembali dan mulai melakukan pembersihan. "Lumayan pak, tadi malam kita sudah mulai bisa tidur dengan baik," katanya.

Keterangan lain yang diperoleh menyebutkan, cuaca di empat daerah itu kini umumnya mulai cerah dan genangan air telah surut, terutama di dalam kota.Namun demikian, pihak Balai Meteorologi dan Geofisika IV Makassar memperingatkan warga di sepanjang pantai Timur Sulsel agar tetap waspada, karena hujan deras diprediksi masih akan terjadi dalam tiga hari ke depan.

KOMPAS/DWI AS SETIANINGSIH Sejumlah warga nekat melewati banjir di daerah Pasorongi, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Selasa (20/6). Hujan deras disertai angin kencang di Sulawesi Selatan mengakibatkan banjir dan tanah longsor memakan korban jiwa sedikitnya 40 orang serta merusak puluhan rumah, sawah, dan areal perkebunan.

Sumber : kompas.com

Kembali ke halaman sebelumnyaIndeks Berita