DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

3 Maret 2004

Mendesak, Tata Ruang Pangandaran-Nusakambangan

Purwokerto, Kompas - Tata ruang kawasan Pangandaran–Kalipucang di wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dan Segara Anakan Pulau Nusakambangan di wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, perlu segera direalisasikan. Tata ruang dan zonasi itu akan menguntungkan kawasan di kedua provinsi yang saling berbatasan dan saling terkait tersebut.

Masalah tata ruang di kedua wilayah di dua provinsi itu, menurut Kepala Badan Konservasi dan Penyelamatan Kawasan Segara Anakan (BPKSA) Djumadi, Selasa (2/3), sebenarnya sudah harus selesai di bahas di tingkat pusat. Akan tetapi, karena beberapa sebab pembahasannya tertunda.

Pembahasan dan perumusan tata ruang kedua wilayah itu, yang semula dijadwalkan selesai sebelum akhir 2002, tidak hanya akan diikuti Kabupaten Ciamis dan Cilacap, tetapi juga melibatkan pejabat di Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, Kementerian Lingkungan Hidup, Departemen Dalam Negeri, serta perguruan tinggi.

"Paling lambat bulan ini tata ruang atau zonasi di kedua wilayah yang berbatasan itu sudah selesai. Semua pihak harus menghormati tata ruang tersebut, " ujar Djumadi.

Mengenai kelanjutan upaya penyelamatan kawasan Segara Anakan, menurut dia, tetap terus berjalan kendati rencana penyodetan (pelurusan) alur Sungai Citanduy sepanjang tiga kilometer terganjal keputusan Menteri Lingkungan Hidup. Upaya konservasi perairan Segara Anakan yang masih berjalan saat ini adalah rehabilitasi hutan mangrove, pengerukan alur pelayaran, dan pengerukan perairan Segara Anakan.

Untuk menyelamatkan Segara Anakan yang terancam hilang akan dibuat sodetan sepanjang 3,5 kilometer untuk memindahkan muara Sungai Citanduy. Muara sungai terbesar di Jabar yang sebelumnya berada di perairan Segara Anakan akan digeser ke perairan Nusawere, sekitar 350 meter dari Segara Anakan. (NTS)


Sumber : kompas.com

Kembali ke halaman sebelumnyaIndeks Berita