DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

24 Januari 2008

Orientasi CPNS Departemen PU Di Ditjen Penataan Ruang

Dalam rangka kunjungan orientasi tugas CPNS Departemen Pekerjaan Umum, Ditjen Penataan Ruang menyelenggarakan diskusi untuk memberikan informasi dan gambaran bagi CPNS Departemen Pekerjaan Umum mengenai Penataan Ruang pada hari Rabu (23/1/08). Diskusi yang berlangsung hangat tersebut di buka oleh Dirjen Penataan Ruang, Ir. Imam S Ernawi, MCM, MSc dan dimoderatori Sesditjen Penataan Ruang Dr. Ir. Ruchiyat Deni dan narasumber dari masing-masing wilayah. Ir. Iman Sudrajat, MPM Direktur Penataan Ruang Nasional, pada kesempatan tersebut menyampaikan beberapa inti dari penataan ruang dan pokok-pokok-nya sebagaimana tertuang dalam UU No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Iman juga menjelaskan bahwa pada Departemen PU ini sudah ada tata tertib otorisasi birokrasi.

Pertama, dalam pembinaan CPNS yang kita upayakan agar dalam waktu satu tahun bisa menjadi PNS. Pembinaan upaya reform bagi PNS nanti yang akan ditentukan apakah masuk jalur fungsional kemudian bisa masuk ke struktural karena kompetensi, selanjutnya apakah masuk ke proyek, struktural dan seterusnya, untuk itu pembinaan PNS akan kita bentuk. Kedua adalah kalau PNS itu sudah baik maka yang kita harapkan dapat bersinergi dengan Direktorat Jenderal, ketiga adalah hubungan masalah organisasi dan keempat mengenai penyelenggaraan mengelola dengan baik penyelenggaraan kegiatan di Departemen PU.

Kesempatan berikutnya narasumber dari masing-masing wilayah. Ir. Bahal Edison Naiborhu, MT Direktur Wilayah I Ditjen Penataan Ruang yang menangani wilayah Sumatera, menjelaskan tata ruang sangat familiar dengan perwilayahan itulah sebabnya yang menjadi latar belakang penataan ruang. Selain itu juga dijelaskan tugas pokok dan fungsi penataan ruang wilayah yang meliputi pembinaan perwujudan rencana tata ruang wilayah provinsi, kabupaten dan wilayah kota. Mengakhiri penjelasannya Bahal menambahkan bahwa pada prinsipnya tata ruang di wilayah Sumatera banyak menimbulkan masalah dan bencana, tegasnya.

Narasumber selanjutnya Dra. Lina Marlia, CES Direktur Wilayah IV, menjelaskan bahwa wilayah IV yang meliputi Maluku dan Papua dan mempunyai tugas pokok membina perwujudan tata ruang di wilayah Provinsi. Dilanjutkan Ir. Maman Suryaman mewakili Direktur Wilayah II menjelaskan wilayah dua itu meliputi Jawa dan Bali. Lebih lanjut dijelaskan bahwa kawasan Jawa dan Bali merupakan kawasan berkembang, kawasan metropolitan dari delapan kota di seluruh Indonesia. Yang paling menarik adalah luas pulau Jawa dan Bali itu 6% dari wilayah Indonesia, tetapi penduduknya 60% dari total penduduk pulau Jawa. Pada sesi diskusi terakhir, Drs. Wahyono Bintarto, MSC Direktur Wilayah III yang meliputi wilayah Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara menjelaskan mengenai Kapet yang dibentuk dimana konsep utamanya menyeimbangkan Kawasan Barat dan Timur, dimana salah satu tugas dari Kapet yaitu promosi investasi. Ind

Sumber : admintaru_240807

Kembali ke halaman sebelumnyaIndeks Berita