DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

28 Januari 2008

Ditjen Penataan Ruang Menerima Kunjungan Orientasi CPNS Departemen PU

Masih dalam rangka kunjungan orientasi tugas CPNS Departemen Pekerjaan Umum, yang berlangsung selama 4 (empat) sejak 23, 24, 25 dan 28 Januari 2008 lalu, Ditjen Penataan Ruang kembali menyelenggarakan diskusi untuk memberikan informasi dan gambaran bagi CPNS Departemen Pekerjaan Umum mengenai Penataan Ruang. Jum’at (25/1/08), diskusi yang berlangsung dalam suasana yang hangat tersebut, masih membicarakan dan membahas mengenai pengendalian penataan ruang. Diskusi tersebut dimoderatori oleh Direktur Penataan Ruang Wilayah III, Ir. Wahyono Bintarto, MSc dengan beberapa narasumber dari masing-masing wilayah.

Ir. Sri Apriatini Soekardi, MPM, Direktur Wilayah II, Ditjen Penataan Ruang pada kesempatan pertama tersebut menyampaikan bahwa banyak hambatan-hambatan kondisi alam karena banyaknya alih fungsi lahan, jadi luas lahan hutan tropis juga sebagai kawasan konservasi menjadi sangat berkurang. Selain itu dari segi manajerial atau SDM masih lemahnya koordinasi lembaga pengendalian penataan ruang dan penegakkan hukum sehingga terjadi alih fungsi lahan. Sri Apriatini juga menjelaskan, dikarenakan adanya karakteristik pulau Jawa yang seperti itu, maka kita harus bisa mengarahkan, bagaimana kita menata ruang terbuka hijau ini supaya bisa dikelola sesuai dengan kondisi yang ada dan tentu harus bisa mengakomodir kondisi yang ada tetapi harus mengeliminir pusat bencana alam yang terjadi.

Pada kesempatan berikutnya sebagai narasumber Dra. Lina Marlia, CES Direktur Wilayah IV, Ditjen Penataan Ruang, menjelaskan bahwa wilayah IV meliputi Maluku dan Papua, sebagai wilayah pengembangan baru mempunyai tugas pokok membina perwujudan tata ruang di wilayah Provinsi dan mengupayakan bagaimana caranya supaya kota-kota ini cepat berkembang. ”Supaya bisa mensejahterakan masyarakatnya” begitu ia menghimbau.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Drs. Wahyono Bintarto, MSC Direktur Wilayah III Ditjen Penataan Ruang. Wilayah III meliputi Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara menjelaskan mengenai Kapet sebagai Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu. Konsep utamanya adalah menyeimbangkan kawasan Barat dan Timur, dimana salah satu tugas dari Kapet yaitu promosi investasi.

Pada sesi diskusi terakhir disampaikan oleh Ir. Bambang Ismubagyo MUP, Kasubdit Lintas Wilayah I Ditjen Penataan ruang, yang menjelaskan bahwa wilayah satu meliputi wilayah Sumatera, dimana di pulau Sumatera merupakan persoalan nasional dengan maraknya pemekaran wilayah yang menjadi eksploitasi SDA-nya. Yang lebih spesifik lagi di pulau Sumatera ini, terletak di daerah pantai barat dan mempunyai Selat Malaka, kawasan lintas tengah yang kita kembangkan sebagai kawasan-kawasan agropolitan, kawasan pengembangan wilayah KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) yaitu bagaimana menyikapi persaingan global khususnya yang ada di Asia Tenggara. Konsep dasarnya adalah dengan mengandalkan pasar domestik dan pasar-pasar internal dan wilayah KEK untuk percepatan pertumbuhan ekonomi, di pulau Sumatera, Bintan dan Karimun. (ind)

Sumber : admintaru_250108

Kembali ke halaman sebelumnyaIndeks Berita