DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

8 Februari 2008

LET’ S GO GREEN DIALOGUE

Banyak yang beranggapan bahwa kota Jakarta ini sudah terlalu padat, dan kewaspadaan lingkungannya juga sudah hampir tidak terjaga, semakin berkurangnya daerah resapan dsb, bagaimana Departemen Pekerjaan Umum turut bersikap ambil bagian dan ikut andil dalam melestarikan lingkungan, demikian host dialog MetroTV “Lets Go Green” melontarkan pertanyaan pada dialog langsung 6 Feb 2008. Menyikapi hal tersebut, Ir. Imam S Ernawi, MCM, MSc, Dirjen Penataan Ruang Dep. PU menegaskan sebetulnya dalam hal melestarikan lingkungan tidak hanya di Jakarta, tapi seluruh Indonesia. Khusus untuk Jakarta, itu tidak bisa dilepaskan dari Jabodetabek dan Cianjur atau Jabodetabekpunjur yang merupakan satu entitas satuan wilayah. Dan ini penanganannya dimulai dari hulunya, ke tengah, sampai ke hilir, kita coba penanganannya mengikuti masterplan - rencana induk penanggulangan banjir secara menyeluruh, mulai dari penanganan DAS di hulunya, di tengahnya dan di hilir. Hadir sebagai narasumber lain dalam dialog Metro TV yang bertemakan “Menyikapi Abnormalitas Cuaca”, Ibu Sri Woro Budiati Harijono, Kepala BMG.

Lebih lanjut Imam S. Ernawi mengatakan bahwa rencana induk penggulangan banjir Jakarta ini sifatnya menyeluruh, jadi peruntukkan yang ada termasuk kawasan resapan maupun sungainya akan dikendalikan mulai dari hulu sampai dengan hilir, dan rencana ini akan diselesaikan dalam waktu tiga tahun sampai dengan tahun 2009. Sebagaimana diamanatkan dalam UU Penataan Ruang yang baru, kawasan perkotaan sebagai daerah hilir harus memiliki minimum 30% Ruang Terbuka Hijau dan Daerah Aliran Sungai juga diatur minimum 30% merupakan hutan.

Banjir yang kemarin kembali melanda Jakarta dikarenakan memang intensitas hujan yang tinggi. ”Banjir yang terjadi dikarenakan debit air permukaan melampaui kapasitas atau daya tampung saluran yang ada, baik yang alami maupun yang buatan” demikian jelas Imam. Sementara itu menurut Sri Woro,
kalau secara umum kita ikuti posisi matahari yang tidak bisa kita rubah, matahari terletak disebelah belahan bumi selatan, jadi praktis kemudian bulan Desember, Januari dan Februari memang harus hujan.

Dengan adanya perubahan iklim saat ini, pengaruh global warming atau pemanasan global, pastinya akan mengalami perubahan bagi program-program yang telah dicanangkan. Imam menjelaskan bahwa sejak tahun 1994, kita sudah meratifikasi konvensi perubahan iklim, artinya selama 13 tahun sudah banyak yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka perubahan iklim. Terdapat empat building block yang merupakan komponen esensial atas agenda perubahan iklim, meliputi : mitigasi, adaptasi, aliran dana dan alih teknologi. Untuk mitigasi dan adaptasi, ada 4 elemen : pertama, meningkatnya temperatur udara, kedua meningkatnya muka air laut, ketiga, meningkatnya curah hujan dan yang keempat adalah kejadian ekstrim dari ketiga hal itu. Dengan ini maka kita menggunakan konsep mitigasi. Mitigasi ini untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kapasitas penyerapan gas-gas rumah kaca, gas karbon (carbon sink).

Departemen PU sudah memiliki rencana aksi nasional untuk mitigasi dan adaptasi di bidang Pekerjaan Umum. Kaitannya dengan Departemen PU, mitigasi pembangunan infrastruktur dilakukan untuk meningkatkan penyerapan gas karbon seperti dengan penanaman pohon. Kita kembalikan pembangunan infrastruktur bagaimana kita melestarikan lingkungan, bagaimana kita mengurangi emisi faktor gas rumah kaca yang berpengaruh pada lapisan ozon. Sedangkan adaptasinya dilakukan dengan mengoptimalkan faktor alam terhadap kegiatan kita, misalnya kita promosikan bangunan-bangunan yang hemat energi yang konsisten, responsif terhadap hijau dsbnya. Itu yang kita dorong untuk ke pemerintah daerah. Karena ini nantinya yang merencanakan adalah Kabupaten dan Kota. Lin


Sumber : admintaru_80208

Kembali ke halaman sebelumnyaIndeks Berita