DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

4 April 2008

BREAKFAST MEETING RENCANA PENGELOLAAN TATA RUANG JAWA-BALI

Pada acara breakfast meeting tentang Rencana Pengelolaan Tata Ruang Jawa-Bali (4/4/08) dipimpin langsung oleh Direktur Penataan Ruang Wilayah IV, Ibu Lina Marlia, CES. Agenda yang dibahas antara lain, diperlukan kriteria yang jelas sebagai acuan arahan dan prioritas pengembangan pada kawasan yang menjadi tujuan strategi pengembangan rencana tata ruang. Tantangan pembangunan terdapat pada pertumbuhan penduduk di Pulau Jawa yang terus meningkat cepat. Pembangunan perkotaan yang terlalu tinggi dan saling timbal balik akan mempengaruhi laju peningkatan pertumbuhan yang berdampak pada pemusatan pertumbuhan pada suatu kawasan.

Perubahan orientasi fungsi kota akan berpengaruh terhadap aksesibilitas yang tinggi dan upaya pemenuhan akomodasi penduduk sehingga akan meningkatkan pertumbuhan kota secara sporadis, kerusakan tatanan kawasan lindung pada tatanan nasional akan meningkat karena pembangunan di sekitar kawasan yang berhubungan langsung dengan jalan nasional maupun jalan regional yang disebabkan adanya faktor penarik pada suatu kawasan.

Konsep rencana tata ruang yang lebih mengacu pada peningkatan sektor ekonomi diharapkan untuk waktu yang akan datang dapat mengukur kesejahteraan penduduk bukan hanya dari peningkatkan sektor melainkan juga dari perwujudan tatanan lingkungan yang seimbang dengan daya dukung wilayah.

Pada kesempatan tersebut, beberapa kesimpulan penting yang diperoleh sebagai berikut :

a. Pemerintah Pusat sebagai decision maker dapat memberikan keputusan yang lebih tegas sehingga proses penyelenggaraan tata ruang dapat lebih termonitor.

b. Perlu penekanan pada instrument pengendalian tata ruang, yakni arahan zonasi, proses perizinan, insentif dan disinsetif serta sanksi pada kawasan-kawasan prioritas dan kawasan metro dalam upaya mengendalikan pertumbuhan kota yang terus meningkat.

c. Tata ruang sebagai leading sektor sebaiknya dapat mengintegrasikan keterpaduan peran antar sektor dalam pelaksanaan penataan ruang

d. Perlu adanya konsep penataan ruang yang berbasis pada pengembangan inti-inti kota sehingga pertumbuhan dan perkembangan perkotaan tidak hanya berpusat di sekitar Jawa-Bali, mengingat potensi yang bisa dioptimalkan di daerah lain.

e. Sebaiknya rencana Tata Ruang dilengkapi dengan analisis kebutuhan ruang yang memiliki standar sesuai dengan luasan area dan jumlah penduduk yang terlayani dalam suatu kawasan.

f. Produk tata ruang yang dihasilkan sebaiknya dapat menjadi guide lines bagi arah pertumbuhan dan perkembangan kota, mulai dari system nasional hingga system perkotaan.

g. Di bentuk tim untuk Breakfast Meeting yang akan diadakan secara berkala 2 minggu sekali setiap hari Jumat pukul 08.00 s/d Selesai yang akan membahas isu-isu baik di bidang Tata Ruang maupun diluar bidang Tata Ruang.

Acara yang bersifat informal dengan mengambil waktu sebelum kesibukan yang menyita tenaga dan pikiran dipandang sebagai ajang yang tepat untuk mempererat kekerabatan di Wilayah IV Penataan Ruang. (hrs)

Sumber : admintaru_40408

Kembali ke halaman sebelumnyaIndeks Berita