DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

25 September 2020

DISKUSI PEMETAAN KEBIJAKAN, RENCANA, DAN PROGRAM DALAM PENYUSUNAN RDTR KAWASAN INDUSTRI SADAI DAN KAWASAN INDUSTRI WEDA

Kamis (10/9), Direktorat Jenderal Tata Ruang melaksanakan kegiatan diskusi pemetaan kebijakan, rencana dan program dalam penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebagai bentuk tindak lanjut dari penyusunan RDTR di sekitar Kawasan Industri Sadai dan RDTR di sekitar Kawasan Industri Weda. Kegiatan tersebut bertujuan untuk inventarisasi kebijakan maupun pemetaan program sektor sebagai bagian dari perumusan konsep dan muatan Rencana Tata Tuang.

“Kebijakan, rencana dan program di suatu kawasan yang telah dan/atau akan dilakukan masing-masing sektor harus sedini mungkin dijaring agar dapat meminimalisir konflik pemanfaatan ruang di masa mendatang,” ujar Direktur Penataan Kawasan, Sufrijadi.

Salah satu narasumber, Direktur Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian, Ignatius Warsito turut menyampaikan bahwa arah pembangunan kawasan-kawasan industri adalah untuk membentuk kawasan baru. Efek berganda dari kawasan industri tersebut akan berdampak pada bangkitan penduduk dan tuntutan penyediaan berbagai fasilitas pendukungnya.

Kawasan industri (KI) yang dibentuk akan menjadi penggerak roda perekonomian wilayah, khususnya bagi wilayah di sekitarnya. Kawasan di sekitar KI Sadai dan KI Weda, keduanya sama-sama bercirikan kawasan perdesaan. Dengan demikian, sangat dimungkinkan pusat-pusat pertumbuhan tersebut, yang berada di desa-desa, akan turut menggeser domain pertanian ke sektor ekonomi padat karya. “Dampak pergeseran aktivitas ini terhadap ekosistem perdesaan harus dijaga agar fungsi kawasan secara spasial tidak berubah secara signifikan,” tanggap akademisi Universitas Pakuan Bogor, Dr. Mujio.


Sumber : Dit. Penataan Kawasan

Kembali ke halaman sebelumnyaIndeks Berita