DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

29 September 2020

KONSULTASI PUBLIK I NEGERI DIATAS AWAN LOLAI

Toraja dikenal memiliki kekayaan alam, adat dan budaya yang kaya dan memukau. Salah satunya terletak di Desa Lolai. Desa Lolai berada di dataran tinggi Toraja dan dikelilingi perbukitan yang selalu berkabut sehingga seakan-akan menggantung di atas awan. Keindahannya menjadikan Desa Lolai sebagai penggerak ekonomi dan pertumbuhan wilayah di Toraja Utara sehingga perencanaan pengembangan pariwisata di kawasan tersebut perlu dipersiapkan sejak dini agar peningkatan aktivitas pariwisata lebih tertata dan tetap lestari.

Oleh karena itu, pada 3 September lalu, Direktorat Jenderal Tata Ruang bersama Pemerintah Kabupaten Toraja Utara menyelenggarakan Konsultasi Publik I (KP I) Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Pariwisata Negeri di Atas Awan Lolai. Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan dalam sambutan menyampaikan bahwa setiap kebijakan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara saat ini berfokus untuk menggerakkan sektor pariwisata. "Pemerintah Pusat sudah memberi perhatian khusus bagi Toraja Utara, kita semua harus merespon dengan terlibat aktif dan mendukung penuh dalam penataan kawasan pariwisata melalui penyusunan RDTR ini," ujar Kalatiku.

Direktur Penataan Kawasan, Sufrijadi, secara daring turut menyampaikan bahwa diharapkan dalam konsultasi publik ini masyarakat dapat memberikan masukan yang konstruktif agar dokumen RDTR ini nantinya bermanfaat sebesar mungkin untuk penataan kawasan pariwisata Negeri di Atas Awan Lolai, Toraja Utara.

Penyusunan materi teknis RDTR Kawasan Pariwisata Negeri di Atas Awan Lolai saat ini memasuki perumusan konsep dan muatan rencana tata ruang. Delineasi kawasan perencanaan seluas 3.732 ha disepakati berada di empat kecamatan yaitu Desa Sopai, Desa Tikala, Desa Kapala Pitu, dan Desa Sesean Suloara.

Kondisi umum kawasan perencanaan masih didominasi kawasan non-terbangun berupa hutan rimba, sawah, dan perkebunan. Lahan sawah dan perkebunan akan tetap dipertahankan sebagai penunjang ketahanan pangan dan juga dapat dikembangkan menjadi atraksi wisata berupa agrowisata. Adapun akses kawasan perencanaan dilintasi jalan lingkar yang akan menjadi rantai penggerak antar objek wisata.

Dalam kegiatan KP I tersebut, didapatkan banyak masukan dan tanggapan dari para peserta tatap muka maupun secara daring. Perwakilan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sulawesi Selatan Purwo Pristiwantoro menyampaikan perlunya merencanakan struktur ruang dan pola ruang dengan mempertimbangkan data status kepemilikan tanah.

Ada pula masukan terkait jaringan jalan akses ke kawasan pariwisata, perwakilan masyarakat Kapala Pitu, Cornelia menekankan perlunya saluran drainase jalan yang baik agar perkerasan jaringan jalan tidak mudah rusak. Hanang Samodra, Peneliti Ahli Utama Pusat Survei Geologi Badan Geologi pun turut menambahkan bahwa perencanaan RDTR harus memperhatikan informasi geologi di kawasan perencanaan dan potensi kerawanan bencana di wilayah perencanaan.

Pada kegiatan konsultasi publik I ini juga disosialisasikan aplikasi konsultasi publik online yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan harapan mereka terkait penyusunan RDTR kawasan pariwisata Negeri di Atas Awan Lolai.
Dihadiri oleh perwakilan dari kementerian, lembaga pusat dan daerah secara tatap muka terbatas maupun melalui telekonferens, diantaranya perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Toraja Utara, para Camat, Tokoh Masyarakat, perwakilan dari Destination Management Organization Toraja utara, serta dari Pengelola Objek Wisata sekitar. Adapun secara daring, diikuti pula oleh beberapa perwakilan dari Kementerian dan lembaga pusat maupun daerah.

Acara ditutup dengan penandatanganan Berita Acara (BA) Konsultasi Publik I Penyusunan RDTR Kawasan Pariwisata Negeri di Atas Awan Lolai, oleh para peserta yang hadir.


Sumber : Dit. Penataan Kawasan

Kembali ke halaman sebelumnyaIndeks Berita