DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

6 Oktober 2020

MEWUJUDKAN RESILIENT WATERFRONT CITY PADA KAWASAN PUSAT KOTA AMBON

Kota Ambon merupakan Ibu Kota dari Provinsi Maluku dan Pusat Kegiatan Nasional di Timur Indonesia yang di dukung dengan perdagangan dan jasa sebagai sektor utamanya. Sentra Primer Kota Ambon terletak di Kawasan Pusat Kota Ambon yang berpengaruh besar terhadap ekonomi serta pertumbuhan pembangunan maupun penduduk.

Secara geografis, Kawasan Pusat Kota Ambon yang terletak di wilayah pesisir Teluk Ambon menjadi potensi dalam rencana pengembangan kawasan dengan konsep Waterfront City dengan mempertimbangkan aspek mitigasi bencana. Konsep rencana pengembangan Kawasan Pusat Kota Ambon yang nantinya akan ditetapkan kedalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) perlu disepakati bersama dengan stakeholder terkait.

Sehubungan dengan hal tersebut, Direktorat Jenderal Tata Ruang bersama Pemerintah Kota Ambon menyelenggarakan Konsultasi Publik Ke-1 dalam rangka Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Kawasan Pusat Kota Ambon secara tatap muka terbatas di Swiss-Belhotel Ambon dan difasilitasi secara daring/online melalui teleconference, Kamis (24/09) lalu.

Penyusunan RDTR Kawasan Pusat Kota Ambon berbasis mitigasi bencana ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Penataan Kawasan Rawan Bencana (KRB) di Pulau Ambon pada tahun 2020. Selain itu, kegiatan ini merupakan upaya mitigasi bencana terutama setelah bencana gempabumi yang melanda Kota Ambon dengan gempa utama pada September 2019 lalu dan aktivitas gempa susulan atau aftershock hingga awal 2020.
.
Dalam sambutannya, Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Kota Ambon, Roberth Silooy menyatakan bahwa RDTR Kawasan Pusat Kota Ambon ini diharapkan menjadi stimulus untuk penyusunan RDTR kawasan lainnya di Kota Ambon. “Pemerintah Kota Ambon dan Provinsi Maluku akan mendukung dan membantu proses penyusunan RDTR dan KLHS Kawasan Pusat Kota Ambon,” ujar Roberth.

Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit Penataan Kawasan Baru, Mirwansyah Prawiranegara menyampaikan bahwa Kawasan Pusat Kota Ambon sebagai lokasi yang berorientasi pada tepian air Teluk Ambon memerlukan persiapan pengembangan di pesisir pantai. Selain itu, dengan pertumbuhan penduduk yang berkembang pesat perlu disiapkan ruang-ruang yang dapat menampung berbagai aktivitas penduduk tersebut. “Kolaborasi semua pihak atau stakeholder sangat dibutuhkan untuk mencapai percepatan penyusunan kajian yang berkualitas”, ujar Wira. Selain itu Wira menambahkan bahwa pembahasan ini tidak hanya terbatas pada Konsultasi Publik Ke-1 ini saja, melainkan terdapat aplikasi konsultas publik online yang dapat menjadi media bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, saran, dan masukan selama 14 hari sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 tahun 2019 tentang Tata Cara Peran Masyarakat Dalam Perencanaan Tata Ruang Di Daerah.
.
Kegiatan Konsultasi Publik Ke-1 ini menghasilkan salah satu kesepakatan terkait tujuan penataan RDTR Kawasan Pusat Kota Ambon yakni Mewujudkan Kawasan Pusat Kota Ambon sebagai Pusat Pelayanan Perkotaan dengan Citra Kota Berorientasi Perairan (Waterfront City), yang Nyaman, Aman, Berkelanjutan dan Tangguh Bencana, didukung oleh Pariwisata dan Simpul Transportasi Nasional. Adapun berbagai masukan terkait pengembangan Kawasan Pusat Kota Ambon akan difasilitasi dalam dokumen Fakta dan Analisis serta Materi Teknis RDTR yang tengah disusun. Sementara itu untuk isu pembangunan berkelanjutan prioritas didapatkan enam isu yang terdiri dari empat isu lingkungan hidup diantaranya pencemaran sampah, pencemaran limbah, alih fungsi kawasan lindung, dan kebencanaan; satu isu sosial dan kelembagaan yakni rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan; serta satu isu ekonomi yakni keterbatasan infrastruktur.

Turut hadir dalam KP Ke-1 ini beberapa perwakilan stakeholder terkait diantaranya Wakil DPRD Kota Ambon, Pimpinan Dinas dan Badan di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon, Camat dan Lurah Kecamatan Sirimau dan Kecamatan Nusaniwe, perwakilan Tokoh Masyarakat serta perwakilan Lembaga, Aktivis Lingkungan, dan Akademisi.
.


Sumber : Dit. Penataan Kawasan

Kembali ke halaman sebelumnyaIndeks Berita