DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

1 Desember 2020

SINKRONISASI, KUNCI KEBERHASILAN PENATAAN RUANG CALON IBU KOTA NEGARA

Direktorat Jenderal Tata Ruang melaui Direktorat Perencanaan Tata Ruang Nasional, kembali mengadakan pertemuan bersama Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Timur dan Kementerian/Lembaga dalam rangka pembahasan Rancangan Peraturan Presiden tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional calon Ibu Kota Negara (IKN) yang dilaksanakan di Mercure Hotel Samarinda, 25 November 2020.

“Rancangan Peraturan Presiden tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional calon Ibu Kota Negara akan menjadi payung hukum dan merupakan landasan dalam koordinasi dan sinkronasi penyelenggaraaan penataan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang,” ujar Direktur Perencanaan Tata Ruang Nasional, Dwi Hariyawan. Ditambahkan oleh Kasubdit Perencanaan Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional III, Endang Sihsetyaningrum bahwa diperlukan waktu dalam sinkronisasi perencanaan Calon Ibu Kota Negara antar kelompok kerja agar satu suara dalam perencanaan calon IKN.

Acara ini merupakan upaya yang dilakukan untuk selalu melakukan koordinasi dan sinkronisasi bersama antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam pertemuan ini, perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat, Muzakir mengungkapkan, “Pemerintah Daerah sangat menunggu Rencana calon Ibu Kota Negara yang sedang disusun oleh masing-masing Kementerian/Lembaga, karena rencana tersebut akan menjadi acuan kami dalam penyusunan Rencana Tata Ruang di Provinsi Kalimantan Timur agar semua kebijakan Tata Ruang tidak tumpang tindih.”

Direktur Bina Penataan Bangunan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Diana Kusumastuti yang turut hadir dalam video conference juga menyampaikan agar Kementerian/Lembaga harus tetap saling berkoordinasi dengan tujuan yang sama yaitu mewujudkan calon IKN sebagai Simbol Identitas Bangsa, Smart dan Modern City,” ujar Diana.

Pada kesempatan ini, Tim Leader Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan calon Ibu Kota Negara Ermaula Aseseang, menambahkan, “Dengan adanya Rencana pembangunan Ibu Kota Negara ini memaksa semua produk tata ruang mulai dari Rencana Pulau hingga Kabupaten dilakukan revisi agar sinkron pada semua perencanaan.”


Sumber : Dit. Perencanaan Tata Ruang Nasional

Kembali ke halaman sebelumnyaIndeks Berita