DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

11 Desember 2020

RENCANA TATA RUANG: KAWASAN SUBAK BALI: OPTIMALISASI PERLINDUNGAN DAN PEMANFAATAN SUBAK

Subak Bali Landscape (SBL) merupakan salah satu warisan Indonesia yang sudah diakui oleh dunia dan telah ditetapkan oleh Unesco sebagai warisan budaya dunia dengan nama Cultural Landscape of Bali Province the Subak System as a Manifestation of the Tri Hita Karana Philosophy. Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Indonesia dalam menjaga warisan budaya dunia, SBL telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional menjadi salah satu Kawasan Strategis Nasional (KSN), dari sudut kepentingan sosial budaya yang penetapannya melalui Peraturan Presiden.
 
Direktur Jenderal Tata Ruang, Abdul Kamarzuki mengatakan, "Rencana Pola Ruang dan Struktur Ruang perlu untuk dicermati bersama untuk menjamin subak terlindungi secara budaya sehingga pembangunan yang ada di Bali tidak merusak tatanan subak yang sudah menjadi heritage dunia," saat membuka acara Penyusunan RaPerpres tentang RTR Kawasan SBL di Hotel mulia-Nusa Dua, Bali (4/12).
.
Dalam penyepakatan, perwakilan Gubernur Provinsi Bali dan perwakilan 5 bupati dalam lingkup delineasi SBL menyampaikan dukungan terhadap Raperpres RTR Kawasan SBL untuk dapat segera dilakukan penetapannya. Pada akhir penyepakatan, Dwi Hariyawan, Direktur Perencanaan Tata Ruang Nasional, menyampaikan, “Raperpres ini bila sudah ditetapkan akan menjadi payung hukum untuk peraturan RTR yang ada di bawahnya, oleh karena itu perlunya substansi Raperpres untuk benar-benar bisa untuk dicermati”.
 
Proses penyepakatan substansi Raperpres diakhiri dengan penandatangan berita acara sebagai dukungan pemerintah daerah terhadap percepatan proses harmonisasi dan proses legalisasi Raperpres RTR Kawasan SBL.

Sumber : Dit. Perencanaan Tata Ruang Nasional

Kembali ke halaman sebelumnyaIndeks Berita