DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

2 Januari 2021

DIREKTUR JENDERAL TATA RUANG TINJAU SISTEM SUNGAI JABODETABEKPUNJUR LOKASI KAWASAN TENGAH (DEPOK)

Depok,- Sebagai upaya pengendalian banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak dan Cianjur (Jabodetabekpunjur), Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN Abdul Kamarzuki melakukan peninjauan langsung pada Sistem Sungai Kawasan Tengah yang masuk ke dalam wilayah Depok, Jawa Barat, pada Rabu (30/12) silam.

Seperti dikutip melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), BMKG memprediksi puncak musim hujan akan terjadi pada Januari-Februari 2021 yang pada umumnya bertepatan dengan puncak Monsun Asia.

Menanggulangi hal tersebut, persiapan dan identifikasi di tiga titik lokasi pun dilakukan. Lokasi pertama adalah Komplek Taman Duta, Cisalak, Depok.

Kawasan ini merupakan kawasan langganan banjir setiap tahunnya baik pluvial (karena hujan) maupun fluvial (limpasan sungai). Terlebih lagi, saluran air di tengah Taman Duta berada pada kondisi sistem drainase lingkungan yang kurang baik.

Beranjak pada lokasi kedua yaitu, Lembah Ciliwung di Perumahan Pesona Khayangan, Juanda, Depok. Lembah ini memiliki potensi untuk difungsikan sebagai mini dry-dam (bendungan kering kecil).

Sungai Ciliwung di wilayah Depok yang relatif memiliki bentuk V-shaped (curam) dapat dimanfaatkan sebagai dry-dam (bendungan kering) guna melandaikan hidrograf debit air Sungai Ciliwung. Ketika dalam kondisi tertentu, bagian sungai yang kering dapat bermanfaat sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Lokasi terakhir yang dilakukan peninjauan adalah Jembatan Panus, Pancoran Mas, Depok.

Pada lokasi ini dilakukan pemantauan debit air Sungai Ciliwung. Selain pada Bendung Katulampa, pencatatan Tinggi Muka Air (TMA) di Jembatan Panus memberikan sinyal bagi Jakarta untuk bersiap ketika debit air meninggi dikarenakan terjadinya curah hujan yang besar di daerah hulu.

Karena lokasinya lebih dekat dari Jakarta, pengamatan di Jembatan Panus memiliki hasil yang lebih akurat apabila dibandingkan dengan Bendung Katulampa.


Sumber : Dit. Perencanaan Tata Ruang Nasional

Kembali ke halaman sebelumnyaIndeks Berita