DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

3 Juli 2021

PENYEPAKATAN DELINEASI DAN PENJARINGAN ISU STRATEGIS DALAM PENYUSUNAN RDTR KAWASAN GEOPARK BELITUNG

Direktorat Jenderal Tata Ruang melalui Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah I menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyepakatan Delineasi dan Penjaringan Isu Strategis Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Arahan Prioritas Nasional di Kawasan Pariwisata Geopark Belitung secara daring di Jakarta dan luring di Kabupaten Belitung, pada Selasa (29/06/2021).

FGD yang difokuskan untuk penyepakatan delineasi dan penjaringan isu baik isu strategis kewilayahan maupun isu strategis lingkungan ini dibuka oleh Direktur Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah I Reny Windyawati, serta dihadiri Bupati Belitung Sahani Saleh beserta Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belitung, Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Belitung.

Dalam arahannya, Direktur Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah I Reny Windyawati menjelaskan bahwa seluruh kegiatan investasi akan mengacu pada rencana tata ruang yang mencakup persyaratan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang, persetujuan lingkungan, dan persetujuan bangunan gedung. Rencana tata ruang khususnya RDTR perlu terintegrasi dalam sistem Online Single Submission (OSS) untuk mempermudah dan mempercepat investasi.

Reny juga menyampaikan bahwa salah satu tugas dari Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah I ini adalah memberikan bantuan teknis penyusunan RDTR pada daerah-daerah yang merupakan kepentingan dan prioritas nasional, salah satunya adalah RDTR Geopark Belitung. Hal ini dikarenakan Geopark Belitung termasuk sepuluh Destinasi Pariwisata Prioritas sebagaimana diamanatkan dalam Perpres Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024.

“Penyusunan RDTR ini harus sejalan dan seirama dengan proses revisi RTRW Kabupaten yang sedang berjalan serta harus mengacu kepada Pedoman Basis Data yang terbaru yaitu Permen ATR/KBPN Nomor 14 Tahun 2021 dan menggunakan daftar kegiatan sesuai KBLI minimal tiga digit agar dapat terintegrasi dalam sistem OSS”, lanjut Reny.

Dalam kesempatan yang sama, Reny meminta untuk sebisa mungkin menghindari kawasan hutan dan LP2B dalam delineasi kecuali masuk dalam pengembangan pariwisata.

Selanjutnya terkait garis pantai, agar mengikuti arahan PP Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang yaitu dapat menggunakan sesuai RBI atau sesuai wilayah perencanaan apakah ada abrasi, akresi ataupun rencana reklamasi.

Reny juga mengingatkan bahwa sempadan saat ini dapat dimanfaatkan dengan mengikuti ketentuan peraturan terbaru. Terakhir Reny meminta dukungan kantor pertanahan untuk mengatur batasan minimal bidang tanah yang boleh dipecah dengan adanya BA luas kavling minimum bidang tanah.

Bupati Belitung Sahani Saleh dalam sambutannya menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Belitung atas bantuan teknis penyusunan RDTR Arahan Prioritas Nasional di Kawasan Pariwisata Geopark Belitung. Besar harapan dengan adanya bantuan teknis penyusunan RDTR maka potensi yang ada dapat dikembangkan serta dapat menekan laju pertumbuhan pembangunan, terutama pada pembangunan usaha yang tidak memerhatikan kelestarian lingkungan.

“Geopark Belitung merupakan Geopark Dunia yang ditetapkan oleh UNESCO sehingga perencanaan tata ruang di Kawasan Pariwisata Geopark Belitung tersebut harus terencana, terintegrasi, sustainable, dan berbasis lingkungan hidup,” tambahnya.

Menurut Sahani, terdapat beberapa isu kewilayahan di Kabupaten Belitung, yaitu isu terkait potensi kelautan yang saat ini menjadi sumber mata pencaharian utama bagi masyarakat di Kabupaten Belitung khususnya masyarakat di Kecamatan Sijuk, isu terkait terkait izin usaha baik usaha perkebunan, usaha pariwisata, dan usaha tambang, isu terkait potensi hutan dimana Kabupaten Belitung menjadi salah satu daerah yang diberikan amanat dalam pengelolaan hutan sosial, dan terakhir isu pencemaran lingkungan.

Dalam pelaksanaan FGD, seluruh peserta dihimbau agar dapat memberikan informasi terkait isu kewilayahan dan isu strategis selengkap-lengkapnya agar hasil penyusunan RDTR dapat menghasilkan output yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Seluruh kebutuhan data dihimbau agar dapat dikoordinasikan melalui dinas-dinas terkait agar proses penyusunan dapat berjalan dengan baik dan tanpa kendala, tutur Sahani.

Seluruh peserta rapat dalam FGD ini menyepakati delineasi yang terpilih dalam Penyusunan RDTR Arahan Prioritas Nasional di Kawasan Pariwisata Geopark Belitung dengan luas 6.940,45 Hektar setelah melewati diskusi dan pemilihan dari 4 (empat) alternatif yang ada. Diskusi penyepakatan delineasi tersebut dilanjutkan dengan diskusi dalam rangka penjaringan isu kewilayahan dan isu strategis. Hasil diskusi menyepakati empat isu utama, yaitu isu infrastruktur dan kewilayahan, isu lingkungan, isu ekonomi, dan isu sosial.

Pada penghujung acara, Kasubdit Perencanaan Detail Tata Ruang Kawasan Sosial Budaya Wilayah I, Detty Theresia Putung menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta rapat yang telah proaktif dalam menyampaikan informasi, saran, dan masukan sehingga dapat disepakati delineasi dan isu strategis dalam Penyusunan RDTR Arahan Prioritas Nasional di Kawasan Pariwisata Geopark Belitung.

Detty menegaskan hasil penyepakatan delineasi harus segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Belitung dengan menetapkan SK Delineasi yang ditandatangani oleh Kepala Daerah atau eselon II yang diberi kewenangan mengatasnamakan Kepala Daerah paling lama sepuluh hari kerja, membentuk Tim Teknis RDTR dan Tim Teknis Pokja KLHS yang ditetapkan oleh Kepala Daerah, memfasilitasi kebutuhan, melakukan pendampingan, melaksanakan validasi KLHS, serta berkomitmen untuk melanjutkan hasil kegiatan bantuan teknis sampai dapat ditetapkan menjadi Peraturan Kepala Daerah. Seluruh kebutuhan data dalam proses penyusunan RDTR diharapkan dapat terpenuhi sehingga akan menghasilkan RDTR yang berkualitas, imbuh Detty.


Sumber : Dit. Bina Wilayah I

Kembali ke halaman sebelumnyaIndeks Berita