DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

16 Juli 2021

SINERGI KEMENDIKBUDRISTEK DENGAN ATR/BPN: RESMI LUNCURKAN PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA 

Jakarta,- Proses pembelajaran dalam Kampus Merdeka merupakan salah satu perwujudan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student centered learning) yang sangat esensial. Pembelajaran dalam Kampus Merdeka memberikan tantangan dan kesempatan untuk pengembangan inovasi, kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan melalui kenyataan dan dinamika lapangan seperti persyaratan kemampuan, permasalahan riil, interaksi sosial, kolaborasi, manajemen diri, tuntutan kinerja, target dan pencapaiannya.

Melalui program merdeka belajar yang dirancang dan diimplementasikan dengan baik, maka hard dan soft skills mahasiswa akan terbentuk dengan kuat. Program Merdeka Belajar - Kampus Merdeka diharapkan dapat menjawab tantangan Perguruan Tinggi untuk menghasilkan lulusan yang sesuai perkembangan zaman, kemajuan IPTEK, tuntutan dunia usaha dan dunia industri, maupun dinamika masyarakat.

“Saya mengapresiasi dan menyambut baik program MBKM ini. Saya tahu Kemendikbudristek dan khususnya Pak Menteri Nadiem menggagas ide baru tersebut untuk dapat diimplementasikan agar para mahasiswa dapat merasakan pengalaman belajar di luar kampus dan langsung terjun ke dunia kerja” tutur Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil saat membuka launching Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka pada Kamis, (15/7/2021).

Acara ini digelar secara daring dan dihadiri oleh perwakilan dari instansi Kementerian ATR/BPN, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi, OPD Pemerintah Daerah, Ikatan Ahli Perencana, Asosiasi Sekolah Perencana Indonesia (ASPI), perwakilan stakeholder Universitas serta para mahasiswa yang telah terdaftar dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Sofyan meyakini bahwasanya disetiap keinginan pasti ada jalan. Oleh sebab itu, dapat ditanamkan mindset mahasiswa yang proaktif dan ingin terus belajar di bidang yang ingin didalami.

“Dengan pro-aktifnya mahasiswa maka program MBKM akan memberikan manfaat yang terlihat hasilnya. Kualitas mahasiswa setelah mengikuti program ini tentunya akan berbeda dibanding mengikuti program magang konvensional. Di samping itu, dosen pembimbing diharapkan dapat memberikan guidance dan atensi kepada para mahasiswanya,” tambahnya.

Dijabarkan Sofyan, tusi dari Direktorat Jenderal Tata Ruang berfokus lebih kepada policy atau kebijakan. Namun Direktorat Jenderal Tata Ruang mempunyai hubungan mutualisme dengan OPD pengampu tata ruang di daerah.

“Maka kita akan bersinergi dengan dinas-dinas pengampu tata ruang di daerah agar mahasiswa dapat berpartisipasi aktif dalam penyusunan RDTR, dapat terlibat dalam penyusunan RTRW maupun revisi RTRW, serta penyusunan kebijakan rencana tata ruang lainnya”.

Dengan demikian, menurut Sofyan, Kementerian ATR/BPN menjadikan mahasiswa yang terlibat pada program ini sebagai partner untuk dapat dibina dan dapat memahami pembahasan yg lebih substantif.

“Training awal sudah dilakukan. Silahkan mahasiswa untuk mencari ilmu yang dia sukai dan memperdalam ilmu yang disukai. Karena saya selalu percaya kalau ada semangat belajar independent, anda bisa. Siapapun diantara kita pasti bisa. Program ini mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan bakat dan skill yang mereka punya. Dan nantinya jika anda sudah jadi sarjana maka anda lebih siap berkecimpung di dunia sesungguhnya yaitu di dunia kerja” ujar Sofyan.

Aris Junaidi selaku Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi menjelaskan, mahasiswa diberikan kesempatan sampai 2 (dua) semester di luar kehidupan kampus melalui 9 (sembilan) aktivitas yang dapat dipilih.

“Mahasiswa dapat memilih apakah ingin ikut magang, project independent, relawan, melakukan riset, melakukan asistensi belajar. Intinya outputnya adalah meningkatkan hard skills, soft skills, network experience. Sehingga impact nya adalah para mahasiswa menjadi SDM Unggul dan menjadikan Indonesia Maju” ungkapnya.

Setelah melakukan projek tadi, lanjut Aris, harus disusun learning outcomenya. Bahwa kebijakan kampus merdeka di 9 (sembilan) aktivitas ini adalah bagian dari proses pembelajaran dan diakui bahwa mahasiswa telah menjalani beberapa SKS. Di konversi menjadi beberapa mata kuliah dan akan dimasukkan ke dalam transkrip akademik.

“Dalam magang ini, mahasiswa tentunya akan mendapatkan beberapa benefit diantaranya professional mentorship, real project collaboration serta sertifikat dari perusahaan/lembaga terkait” tutup Aris.


Sumber : Sekretariat Dirjen Tata Ruang

Kembali ke halaman sebelumnyaIndeks Berita