DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

28 September 2021

RDTR MENGANGKAT KEUNIKAN BENTANG ALAM TAPAKTUAN MENUJU WISATA UNGGULAN NASIONAL

Ada sebuah tempat di pesisir barat Sumatera, terletak diantara Banda Aceh dan Medan. Tempat dimana perbukitan hijau curam bertemu dengan teluk berwarna biru kehijauan yang bening serta perbukitan yang lebat menghasilkan rempah pala dan laut beningnya selalu dipenuhi ikan karang berwarna-warni. Pemandangan hamparan perkotaan Ibukota Aceh Selatan yang menawan ini bernama Tapaktuan.

Direktorat Jenderal Tata Ruang melalui Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah I menggelar Focus Group Discussion dan Konsultasi Publik dengan pemerintah daerah Kabupaten Aceh Selatan, yang berlangsung mulai 15-16 September yang bertempat di Kantor Bappeda Kabupaten Aceh Selatan.

Membuka acara FGD dan Konsultasi Publik, T. Darisman selaku Asisten Dua Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Selatan mengungkapkan, "Melalui Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Wisata Alam Tapaktuan, besar harapan kami agar semua orang kenal Tapaktuan dan menanamkan investasinya di sini.”

"RDTR ini merupakan rencana pembangunan spasial jangka panjang dua puluh tahunan. Apa yang telah kita rancang sudah melalui proses analisis fisik/lingkungan yang dilengkapi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), kajian sosial dan kajian ekonomi. Namun, dengan hadirnya berbagai kepala dinas dan tokoh masyarakat yang hafal betul setiap inci ruang Tapaktuan, kami harap dapat menyempurnakan rancangan ini", ujar Muhammad Arifin Siregar, Kepala Subdirektorat Perencanaan Detail Tata Ruang Kawasan Daya Dukung Lingkungan Wilayah I, Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah I, Direktorat Jenderal Tata Ruang.

Tapaktuan terbentuk dari kisah lokal pertarungan Tuan Tapa melawan Naga yang menculik Putri Raja. Sisa-sisa pertarungannya membentuk bukit, karang, tapak kaki raksasa, dan makam raksasa yang semuanya menjadi objek wisata yang sebagian besar masuk dalam delineasi RDTR, tutur Teuku Mudasir selaku tokoh masyarakat Aceh Selatan.

Dalam kesempatan yang sama Siti Nur, Ketua Penyusunan RDTR mengatakan, "Ruh konsep penataan RDTR Kawasan Wisata Alam Tapaktuan ini adalah penataan hamparan berpemandangan terlengkap ke arah laut yang dikenal dengan viewshed. Pada viewshed tersebut dikembangkan dengan anjungan pandang, taman kota, landmark, jalan berpemandangan indah, dan cable car yang menghubungkan dua spot terbaik. Pengaturan ketinggian melalui Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dilakukan agar pemandangan indah tetap awet terjaga."

Konsep RDTR dibahas dan disepakati beserta program perwujudannya (indikasi program) dan aturan mainnya (peraturan zonasi), aksesibilitas ke titik atraksi telah dikoreksi, ada yang jalan permanen dan alami, serta amenitasnya seperti sarana pelayanan umum dan perhotelan baru juga telah dikoreksi ketinggian bangunannya. Namun ada satu hal yang perlu menjadi perhatian, yakni memastikan agar RDTR yang disusun nantinya dapat diimplementasikan. Bahkan, dengan adanya keunikan bentang alam beserta potensi pariwisata lainnya diharapkan dapat mendorong Tapaktuan menuju destinasi wisata unggulan nasional.


Sumber : Dit. Bina Wilayah I

Kembali ke halaman sebelumnyaIndeks Berita