DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

11 Oktober 2021

MEMBANGUN POTENSI PARIWISATA DAN INVESTASI DI KABUPATEN KLUNGKUNG BALI MELALUI RDTR

Bali,- Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional melalui Direktorat Jenderal Tata Ruang menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan Konsultasi Publik (KP) dalam rangka Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RDTR Semarapura, Tegal Besar – Goa Lawah, di Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali, pada Jumat (8/10/2021).

Kegiatan yang difokuskan untuk menjaring dan menapis isu kewilayahan dan isu pembangunan berkelanjutan ini dihadiri oleh Sekda Kabupaten Klungkung, Kepala Baperlitbang Kabupaten Klungkung, Kepala Dinas PUPRPKP Kabupaten Klungkung, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya di tingkat Provinsi dan Kabupaten.

I Gede Putu Winastra, selaku Sekda Kabupaten Klungkung membuka acara tersebut dengan menyampaikan apresiasi dan dukungan atas penyusunan RDTR di Kabupaten Klungkung ini. “Pada saat ini, Kabupaten Klungkung juga sedang melakukan pembahasan terhadap Rancangan Peraturan Daerah terkait Perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Klungkung. Diharapkan, penyusunan RDTR ini dapat paralel dan bersinergis dengan perubahan RTRW sehingga ke depannya tidak akan menimbulkan masalah dan dapat selesai dengan lebih cepat”.

I Gede menyampaikan, pada penyusunan RDTR di Kabupaten Klungkung terdapat beberapa hal strategis yang perlu diperhatikan karena terkait kepentingan bersama. Pertama, delineasi RDTR ini berada di lokasi Pusat Kebudayaan Bali. Kedua, di Kabupaten Klungkung terdapat dua pulau besar yang sangat strategis. Ketiga, adanya penetapan PKW Kawasan Perkotaan Semarapura berdasarkan RTRWN dan RTRWP yang perlu diakomodir. Hal tersebut dapat menumbuhkan aktivitas ekonomi dan kegiatan dengan intensitas tinggi yang memerlukan dukungan lingkungan hidup.

Maka dari itu I Gede mengharapkan, seluruh stakeholder dapat memberikan masukan, sehingga apa yang menjadi kebutuhan pemerintah dapat bersinergi dengan kebutuhan masyarakat, dan juga dapat mendorong investasi masuk.

“Semoga nanti apa yang kita susun benar-benar menjadi kebutuhan masyarakat, kebutuhan pemerintah dan kebutuhan investor. Sehingga antara pemerintah, masyarakat dan investor dapat bersinergis dalam membangun Kabupaten Klungkung.” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Nuki Harniati, Kasubdit Perencanaan Detail Tata Ruang Sosial Budaya Wilayah I menyampaikan penyusunan RDTR Semarapura, Tegal Besar – Goa Lawah merupakan lanjutan dari kegiatan Bantuan Teknis Kementerian ATR/BPN di tahun 2020 yang sebelumnya sudah disepakati delineasinya. Berdasarkan hasil kesepakatan yang tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Klungkung pada tanggal 23 Desember 2020, delineasi wilayah RDTR yang ditetapkan seluas 4.011,12 ha yang terdiri atas 3 kecamatan dan 23 kelurahan/desa.

“Penyusunan RDTR di daerah ini sangat penting karena daerah ini merupakan kawasan yang punya potensi besar untuk investasi, terutama dalam hal pariwisata. Sekarang ini terlihat banyak kegiatan pariwisata sudah mulai kembali.” jelas Nuki.

Nuki menyampaikan, tujuan dari penyelenggaraan acara ini untuk mendapatkan isu-isu kewilayahan dan isu-isu pembangunan berkelanjutan di wilayah perencanaan. Maka dari itu dimohon kerjasama seluruh pihak agar aktif dapat memberikan masukan dan tanggapan pada sesi diskusi yang dibutuhkan untuk melengkapi justifikasi dalam penyusunan RDTR ini.

Acara tersebut ditutup dengan penandatanganan berita acara oleh seluruh perwakilan peserta mengenai isu kewilayahan dan isu pembangunan berkelanjutan yang berhasil dijaring pada sesi diskusi. Selanjutnya, hasil kesepakatan tersebut akan menjadi dasar masukan dalam penyusunan RDTR.

Kepala Baperlitbang Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana, menutup acara dengan menghaturkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan saran dan masukan terhadap penyusunan RDTR ini.

“Mudah-mudahan penyusunan RDTR dapat menghasilkan RDTR yang sesuai dengan kebutuhan dan sempurna. Besar harapan kami RDTR ini dapat segera selesai. Kami dari Pemerintah Daerah siap jika membutuhkan koordinasi atau konsultasi untuk membantu dalam penyusunan RDTR ini” ujar Anak Agung, menutup acara.


Sumber : Dit. Bina Wilayah I

Kembali ke halaman sebelumnyaIndeks Berita