DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

15 Oktober 2021

RDTR WILAYAH PERENCANAAN GRINGSING KABUPATEN BATANG SEBAGAI PENDUKUNG KAWASAN INDUSTRI TERPADU BATANG

Batang,- Direktorat Jenderal Tata Ruang melalui Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah I menggelar Focus Group Discussion (FGD) I dan Konsultasi Publik (KP) I dalam rangka Penyusunan Materi Teknis Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) OSS di Kabupaten Batang pada Senin, (11/10/2021).

Bantuan Teknis Penyusunan Materi Teknis RDTR OSS di Kabupaten Batang diberikan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dalam rangka mempercepat penyusunan RDTR sebagai dasar perizinan pemanfaatan ruang. Kegiatan ini juga merupakan kegiatan lanjutan yang sebelumnya telah dilakukan pada Tahun 2020 untuk penyepakatan delineasi dengan deliniasi terpilih yaitu Wilayah Perencanaan Gringsing.

Kegiatan FGD I dan KP I ini bertujuan untuk penjaringan isu kewilayahan dan isu pembangunan berkelanjutan strategis di Wilayah Perencanaan Gringsing dan masukan dari berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat terhadap konsep rencana struktur ruang dan pola ruang.

Kegiatan ini dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Batang, Wondhi Ruki Trisnanto sekaligus dihadiri oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Batang, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Batang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Camat dan Kepala Desa di Kecamatan Gringsing, serta Lembaga dan LSM yang ada di Kabupaten Batang.

Dalam sambutannya, Wondhi Ruki Trisnanto menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Batang sangat mengapresiasi kepada Kementerian ATR/BPN yang sudah memberikan kesempatan kepada Kabupaten Batang untuk mendapatkan bantuan teknis pada tahun 2021 ini yang mana merupakan tindak lanjut dari kegiatan Tahun 2020.

“Dengan adanya Kawasan Industri Terpadu Batang maka perlu didukung semua, salah satunya RDTR, sehingga diharapkan RDTR ini akan selesai tahun ini” ungkap Wondhi.

Ia menambahkan, kedepannya tata ruang Kabupaten Batang akan terintegrasi dengan sistem OSS sehingga secara otomatis pelaku usaha akan lebih mudah dalam perizinan berusaha.

“Dengan adanya RDTR yang terintegrasi dengan sistem OSS ini, maka sistem tata ruang menjadi lebih terbuka dan mudah diakses untuk masyarakat luas” tambahnya.

Menurut Wondhi, berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Batang yaitu bahwa penyelenggaraan penataan ruang harus menciptakan ruang yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan.

Untuk itu Wondhi menegaskan kepada setiap stakeholder yang hadir baik secara luring maupun daring dapat memberikan masukan terhadap RDTR Wilayah Perencanaan Gringsing yang mana nantinya akan menjadi penentu masa depan Gringsing.

Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Perencanaan Detail Tata Ruang Kawasan Sosial Budaya Wilayah I, Nuki Harniati menyampaikan tentang nilai strategis Wilayah Perencanaan Gringsing. Dari sisi kawasan pembangunan ekonomi Provinsi Jawa Tengah terdapat Wilayah Pengembangan Petanglong (Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Pekalongan) sebagai pendukung KI Brebes dalam Kawasan Bregasmalang (Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang) juga Kawasan Kedungsepur (Kendal, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Salatiga, Demak, Grobogan).

Dari sisi kawasan perkotaan, terdapat Proyek Strategis Nasional di sekitar Wilayah Perencanaan Gringsing yaitu Kawasan Industri Terpadu Batang. Dengan potensi yang sangat strategis tersebut, Nuki berharap agar RDTR Wilayah Perencanaan Gringsing yang sedang dalam proses penyusunan ini dapat berjalan sinergi dengan pengembangan kawasan sekitarnya tersebut.

Lebih lanjut Nuki juga mengajak kepada Pemerintah Daerah untuk mengeluarkan semua keinginan, aspirasi, harapan terhadap Gringsing agar tercipta RDTR seperti yang diharapkan oleh Pemerintah Daerah.

“Selain mengakomodir masukan dari Pemerintah Daerah, RDTR juga harus tetap dijaga secara substansi dengan mengawal muatan strategis dalam Rencana Tata Ruang yaitu kebijakan strategis nasional, ruang tebuka hijau publik, kawasan hutan, LP2B, mitigasi bencana, batas daerah, dan garis pantai,” lanjut Nuki.

Isu-isu strategis yang harus diperhatikan dalam penyusunan Materi Teknis RDTR Wilayah Perencanaan Gringsing di Kabupaten Batang yang terjaring dalam diskusi diantaranya dampak yang ditimbulkan terhadap pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang pada wilayah Perencanaan Gringsing, isu kebencanaan, isu persampahan, isu alih fungsi lahan pertanian, adanya LP2B, dan isu ketersediaan air bersih.

Sebagai penutup, Koordinator Subdit Perencanaan Detail Tata Ruang Kawasan Sosial Budaya Wilayah I, Murti Ningrum mengharapkan pada stakeholder yang hadir pada kegiatan FGD I dan KP I ini tetap mengikuti dan mengawal kegiatan yang akan dilakukan selanjutnya dalam penyusunan Materi Teknis RDTR Wilayah Perencanaan Gringsing di Kabupaten Batang.


Sumber : Dit. Bina Wilayah I

Kembali ke halaman sebelumnyaIndeks Berita