DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

19 Oktober 2021

RENCANA TATA RUANG MENJADI PEGANGAN DALAM PEMBANGUNAN DI DAERAH

“RTRW menjadi pegangan untuk kepala-kepala daerah dalam pelaksanaan pembangunan di daerahnya. Pembangunan membutuhkan ruang, jadi jika ruangnya belum benar, nantinya tidak bisa berjalan pembangunan di daerahnya,” ungkap Abdul Kamarzuki, Plt. Direktur Jenderal Tata Ruang dalam membuka rapat koordinasi lintas sektor dalam rangka Persetujuan Substansi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan Sukomoro Kabupaten Magetan Tahun 2021 – 2041, Persetujuan Substansi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan Pilangkenceng Kabupaten Madiun Tahun 2021 – 2041, dan Persetujuan Substansi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Natuna Tahun 2021 – 2041 di Jakarta pada Senin (18/10).

Kamarzuki juga menekankan bahwa di dalam Undang-Undang Cipta Kerja tata ruang menjadi single reference, baik produk tata ruangnya ataupun dalam implementasinya.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro dalam paparannya mengatakan, “RDTR ini menjadi solusi, maka dari itu sejak awal kami bersemangat agar bagaimana RDTR di Kabupaten Madiun segera tercapai. Bukan hanya soal bagaimana perizinan berinvestasi, tetapi karena kami sangat berkomitmen mempertahankan lahan baku sawah.”

Ia juga menegaskan bahwa dengan memiliki RDTR menjadi penyelesaian dari permasalahan penataan ruang yang ada di Kabupaten Madiun.

Pada kesempatan yang sama Bupati Natuna, Wan Siswandi menjelaskan bahwa Natuna sudah memiliki Rencana Tata Ruang, namun ada beberapa hal yang ditetapkan oleh Presiden untuk menjadi prioritas yaitu pertahanan, pariwisata, perikanan, migas, dan lingkungan hidup. “Maka ada beberapa hal terkait tata ruang yang harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan,” ujarnya.

“Sesuai dengan amanat Undang – Undang untuk membangun Kabupaten Natuna berdasarkan tata ruang yang sudah kita miliki, itu menjadi pondasi kami untuk membangun Natuna kedepannya,” tambah Wan Siswandi.

Acara dilanjutkan dengan paparan dari Bupati Megetan, Suprawoto. “Urgensi dari RDTR ini adalah bagaimana RTRW Kabupaten Magetan khususnya Kecamatan Sukomoro ini difungsikan sebagai pusat pelayanan kawasan hortikultura, kawasan peternakan, industri kecil dan rumah tangga, serta kawasan agropolitan,” jelasnya.

Suprawoto juga mengungkapkan harapannya bahwa dengan RDTR WP Sukomoro ini dapat disetujui bersama untuk kepentingan yang lebih baik.


Sumber : Sekretariat Ditjen Tata Ruang

Kembali ke halaman sebelumnyaIndeks Berita