DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

21 November 2021

PRINSIP SUCI TRI HITA KARANA SEBAGAI ACUAN PENYUSUNAN RDTR BANDARA BALI BARU

Dalam rangka menjawab kebutuhan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di sekitar kawasan Bandara Bali Baru, Direktorat Jenderal Tata Ruang menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) ke 5 (Lima) Ekspose Akhir Materi Teknis RDTR Bandara Bali Baru - Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali pada Kamis (18/11). Dengan potensi wilayah berupa pariwisata dan berada di sekitar simpul transportasi jalan tol dan bandara, RDTR ini akan mengatur wilayah seluas 4.548 Ha di Kecamatan Gerokgak yang meliputi 4 Desa yaitu Desa Sumber Klampok, Pemuteran, Sumberkima, dan Pejarakan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa menyampaikan, “Agar RDTR yang disusun dapat menghilangkan adanya polemik berupa benturan kegiatan pembangunan dengan Kawasan Suci dan kegiatan adat yg perlu diatur secara khusus karena berkaitan dengan keyakinan spiritual masyarakat adat.”

Muhammad Arifin Siregar selaku Kasubdit Perencanaan Detail Tata Ruang Kawasan Daya Dukung Lingkungan Wilayah I mewakili Ditjen Tata Ruang mengingatkan, “RDTR ini akan memberikan kepastian hukum, menjaga ketertiban, dan memberikan keadilan bagi seluruh masyarakat dan di dalam perencanaan RDTR telah mengedepankan prinsip Tri Hita Karana yaitu harmoni antara manusia dengan Tuhan, antara sesama manusia dan manusia dengan alam.”

Arifin juga mendorong agar Pemerintah Daerah terus berperan aktif di dalam proses legalisasi RDTR agar dapat segera ditetapkan menjadi Peraturan Bupati paling lama 1 (Satu) bulan setelah Persetujuan Substansi dari Kementerian ATR/BPN diberikan. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Pertanahan Kabulaten Buleleng, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Buleleng , Kepala Bappeda Kabupaten Buleleng, dan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yg membidangi Tata Ruang.


Sumber : Dit. Bina Wilayah I

Kembali ke halaman sebelumnyaIndeks Berita