DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

22 November 2021

TINGKATKAN GAIRAH INVESTASI, PEMERINTAH RENCANAKAN PERLUASAN KEK GALANG BATANG

Batam,- Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang yang sudah cukup berhasil dapat diperluas wilayahnya untuk meningkatkan investasi di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau serta memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional. Demikian disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo selaku Ketua Dewan Nasional KEK pada rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh Kementerian ATR/BPN melalui Direktorat Jenderal Tata Ruang atas permohonan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) untuk rencana perluasan KEK Galang Batang, Kamis (18/11) lalu.

Plt. Direktur Jenderal Tata Ruang Abdul Kamarzuki hadir didampingi oleh Staf Ahli Menteri ATR/Kepala BPN Bidang Pengembangan Kawasan Dwi Hariyawan serta Direktur Sinkronisasi Pemanfaatan Ruang Sufrijadi memberikan arahan serta tindak lanjut atas permohonan KKPR untuk rencana perluasan KEK Galang Batang ini.

KEK Galang Batang yang terletak dalam wilayah Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau dengan luas 2.333,6 Ha telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2017 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang. Kegiatan utama pada lokasi operasional KEK Galang Batang adalah industri alumina dan turunannya.

Wahyu mengungkapkan, “Nilai project KEK Galang Batang diestimasikan mencapai 36,6 T, tentunya jika dapat ditambah luasannya maka industri yang memiliki nilai tambah besar dapat didorong.” Melalui perluasan KEK Galang Batang ini diharapkan akan ada industri-industri baru yang masuk dan dikembangkan sehingga dapat meningkatkan ekspor dan industri substitusi impor. Bahkan ke depan, industri dengan teknologi tinggi juga diharapkan dapat dikembangkan di kawasan ini.

Rencana perluasan KEK Galang Batang termasuk dalam wilayah Pulau Poto, Desa Topaya Selatan, dan Kampung Masiran dengan jenis investasi yang telah masuk meliputi Industri Pengolahan dan Pemurnian Bijih Bauksit serta Industri Senjata dan Amunisi. Memasuki tahap awal rencana perluasan, Badan Usaha Pembangun dan Badan Usaha Pengelola KEK Galang Batang, PT GBKEK Industri Park telah mengajukan permohonan KKPR untuk rencana perluasan KEK Galang Batang.

Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Elen Setiadi menjelaskan, Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus menetapkan KEK sebagai Proyek Strategis Nasional. Oleh karena itu, perluasan KEK Galang Batang juga merupakan Proyek Strategis Nasional. “Dengan demikian KKPR yang nantinya akan diterbitkan untuk perluasan KEK Galang Batang adalah Rekomendasi KKPR untuk Proyek Strategis Nasional,” tegas Kamarzuki

Rapat koordinasi yang diadakan secara daring dan luring ini turut mengundang Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Bintan, serta stakeholders terkait.


Sumber : Sekretariat Ditjen Tata Ruang

Kembali ke halaman sebelumnyaIndeks Berita