DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

4 Desember 2021

PLT. DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG: SUBSTANSI UNDANG-UNDANG CIPTA KERJA YANG MENGATUR PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG TETAP BERLAKU

Jakarta,- Direktorat Jenderal Tata Ruang menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sekor dalam Rangka Pembahasan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo Tahun 2021 -2041, RDTR Wilayah Perencanaan Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo Tahun 2021-2041, RDTR Kawasan Perkotaan Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2021-2041, dan RDTR Kawasan Perkotaan Sungaiselan Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2021-2041 pada Jumat (3/12/2021)

Membuka acara ini Plt. Direktur Jenderal Tata Ruang, Abdul Kamarzuki, mengungkapkan bahwa substansi yang mengatur penyelengaraan penataan ruang masih tetap berlaku "Pembahasan RDTR kali ini dihadiri oleh seluruh DPRD Kabupaten masing-masing. Tentunya berarti substansi yang disampaikan nanti sudah diketahui oleh DPRD walaupun ditetapkannya bukan dengan Peraturan Daerah namun dengan Peraturan Bupati", ungkap Abdul Kamarzuki.

Abdul kemudian menjelaskan mengenai mekanisme terkait penyelenggaraan penataan ruang yang merupakan amanat dari Undang-Undang Cipta Kerja. "Pembahasan lintas sektor kita pagi ini sudah masuk hitungan hari atau hitungan waktu. Di Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2021, pemerintah pusat diberi waktu 20 hari untuk menerbitkan Persetujuan Substansi (Persub), terhitung dari pembahsan lintas sektor hari ini. Pembahasan kawasan hutan, batas daerah, garis pantai, rekomendasi geburnur, dan lain-lain, disepakati dalam 20 hari. Setelah Persub keluar, Pak Bupati punya waktu 1 bulan untuk menetapkannya menjadi Peraturan Bupati," jelas Abdul.

Paparan dilanjutkan oleh Plt. Bupati Probolinggo, Timbul Prihanjoko, dengan menjelaskan profil Kabupaten Probolinggo, "Kabupaten Probolinggo terletak di kawasan startegis di Pantura di Pulau Jawa. Perbatasan utaranya adalah Selat Madura dan Kota Probolinggo, sebelah Timur Kabupaten situbondo, sebelah barat Kabupaten Pasuaran dan selatannya ada Kabupaten Lumajang, Kabupaten Malang, Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso," ungkap Timbul. Pada rapat lintas sektor Kabupaten Problingga, dilakukan pembahasan beberapa isu strategis, yaitu, Kawasan Strategis Nasional terkait pembangkit listrik, perencanaan terhadap kawasan hutan, luas Ruang Terbuka Hijau, Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, Mitigasi bencana, batas daerah, garis pantai dan rencana jalur kereta Api Probolinggo – Paiton.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur, mengungkapkan tujuan penataan ruang Kawasan Perkotaan Kayu Tanam, "tujuan pentaan ruang Kawasan Perkotaan Kayu Tanam adalah terwujudnya Kawasan Perkotaan Kayu Tanam sebagai kawasan pendidikan terpadu dan pariwisata berwawasan lingkungan”. Terdapat beberapa isu strategis yang dibahas dalam pembahasan lintas sektor Kabuptaten Padang Pariaman, salah satu di antaranya adalah bidang mitigasi bencana. Pada Kawasan Perkotaan Kayu Tanam terdapat Kawasan Rawan Bencana gempa bumi resiko tinggi, bencana aliran awan panas, lava, dan lahar hujan tinggi, dan bencana terhadap aliran lahar hujan tinggi. Kawasan Rawan Bencana tersebut sudah diatur dalam Ketentuan Khusus dan telah direncanakan jalur evakuasi dan tempat evakuasi sebagai mitigasi bencana.

Paparan terakhir disampaikan oleh Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman. Algafry mengungkapkan bahwa Kawasan Perkotaan Sungaiselan berada di tengah Pulau Bangka, di antara Kota Pangkalpinang dan Kota Koba, serta memiliki kedekatan geografis dengan Pulau Sumatera. "Kecamatan Sungaiselan mempunyai urgensi penanganan cukup tinggi karena telah ditetapkan sebagai Pusat Pelayanan Lokal (PKL), yang diharapkan mampu menjadi stimulator pembangunan. Kawasan Perkotaan Sungaiselan berpotensi menjadi pusat kegiatan kepelabuhanan, wisata, industri dan/atau jasa, dan sebagai simpul transportasi yang melayani skala Daerah atau beberapa kecamatan," ujar Algafry pada paparannya.

Acara ini diselenggarakan secara luring dan daring. Turut hadir pada acara tersebut Direktur Pembinaan Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah I, Reny Windyawati.


Sumber : Dit. Bina Wilayah I

Kembali ke halaman sebelumnyaIndeks Berita