DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

22 November 2022

DIRJEN TATA RUANG: MELALUI PENATAAN RUANG, TRANSFORMASIKAN SUMBER DAYA AGRARIA SEBAGAI SUMBER KEMAKMURAN DAN KESEJAHTERAAN RAKYAT

Jakarta,- Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Direktorat Jenderal Tata Ruang menggelar rapat koordinasi lintas sektor dalam rangka pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Kalimantan Timur dan Rancangan RTRW Kota Manado di Gran Melia, Jumat (18/11/2022).

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi yang hadir secara langsung pada kesempatan tersebut menjelaskan mengenai potensi yang terdapat pada Provinsi Kalimantan Timur yang termuat dalam RTRW Provinsi Kalimantan Timur yaitu potensi ekonomi dan sumber daya alam yang mendukung proses pengembangan dan perencanaan wilayah dalam sektor pertambangan batu bara, minyak dan gas bumi, industri batu bara dan migas, perkebunan, perikanan, dan industri pengolahan. Beliau juga menjelaskan meskipun terdapat pertambangan di Kalimantan Timur, namun prinsip berkelanjutan tetap diaplikasikan. “Kalimantan Timur menjadi satu-satunya provinsi yang mendapatkan dana kompensasi emisi karbon World Bank karena dianggap mampu menurunkan emisi karbon,” ungkapnya.

Lain halnya dengan RTRW Provinsi Kalimantan Timur, dalam RTRW Kota Manado dijelaskan mengenai Potensi wisata, termasuk kawasan pelestarian alam berupa Taman Nasional Bunaken dan Taman Hutan Raya, yang memiliki pesona sebagai destinasi wisata. “Potensi yang ada di Kota Manado, diharapkan dapat dikelola dan dikembangkan oleh berbagai pemangku kepentingan yang pelaksanaannya sesuai rencana tata ruang, sehingga ruang tetap terpelihara dan dipergunakan demi kesejahteraan masyarakat di masa depan,” demikian disampaikan oleh Wakil Wali Kota Manado, Richard Henry Marten Sualang dalam paparannya.

Menanggapi pemaparan dua kepala daerah sebelumnya, Direktur Jenderal Tata Ruang, Gabriel Triwibawa menjelaskan bahwa apa yang telah dilakukan oleh Provinsi Kalimantan Timur dalam mengaplikasikan prinsip berkelanjutan dalam penataan ruangnya dapat dijadikan inspirasi bagi provinsi lain. Sedangkan untuk Kota Manado, dalam mengatasi isu strategis transportasi berupa kemacetan dengan skenario rencana jaringan transportasi terpadu antara Bus Rapid Transit (BRT), Light Rail Transit (LRT), angkutan sungai dan penerapan smart mobility pada angkutan umum, merupakan sebuah gagasan yang tepat.

Lebih lanjut, beliau juga menyatakan bahwa dalam penyusunan RDTR kita terus berkomitmen untuk menggunakan prinsip pembangunan berkelanjutan, yang didalamnya termuat aspek pertumbuhan ekonomi, aspek sosial dan aspek ligkungan. Harapannya aspek lingkungan ini dapat dielaborasikan untuk semakin banyak menciptakan ruang-ruang publik bagi masyarakat. “Pada hakikatnya dengan mengatur peruntukan ruang, kita mentransformasikan sumber daya agraria sebagai sumber kemakmuran dan kesejahteraan rakyat,” jelas Direktur Jenderal Tata Ruang.

Turut hadir dalam rapat koordinasi lintas sektor kali ini, Plt. Bupati Penajam Paser Utara, Hamdam, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Paser, Adi Maulana, dan Sekretaris Daerah Kota Samarinda yang turut memberikan tanggapan mengenai RTRW Provinsi Kalimantan Timur. Pada kesempatan yang sama turut hadir, Direktur Bina Perencanaan Daerah Wilayah II, Rahma Julianti yang memimpin jalannya diskusi yang diikuti oleh seluruh peserta yang hadir baik dari kementerian/Lembaga, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta dari asosiasi profesi maupun akademisi. **


Sumber : Sekretariat Ditjen Tata Ruang

Kembali ke halaman sebelumnyaIndeks Berita