DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

24 November 2022

SUSUN RENCANA TATA RUANG WILAYAH NASIONAL, KEMENTERIAN ATR/BPN AKOMODIR KELESTARIAN FUNGSI LINGKUNGAN HIDUP

Bali,- Seiring perkembangan waktu, implementasi dari strategi yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, seringkali berbenturan dengan kebutuhan pembangunan dan kegiatan budi daya oleh masyarakat. Oleh sebab itu, pada revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dipandang perlu untuk merumuskan target yang disepakati bersama terkait strategi untuk pemeliharaan dan perwujudan kelestarian fungsi lingkungan hidup dalam RTRWN untuk mencapai salah satu tujuan penataan ruang, yakni mewujudkan ruang yang berkelanjutan.

“Perencanaan ruang ke depan kuncinya adalah adaptasi. Shifting dari business as usual ke kondisi baru. Rencana tata ruang yang akan kita susun harus bisa memuat kebijakan, rencana, dan program pembangunan ekonomi hijau dan ekonomi biru ditinjau dari aspek pariwisata, industri, pertanian, dan lain sebagainya. Hal tersebut selain mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pada saat yang sama juga menghindari degradasi lingkungan, dan mengurangi risiko perubahan iklim” demikian diungkapkan Direktur Perencanaan Tata Ruang Nasional, Pelopor saat membuka kegiatan Pembahasan Strategi Pencapaian Pemeliharaan Dan Perwujudan Kelestarian Fungsi Lingkungan Hidup Pada Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional di The Sakala Resort Bali, Selasa (22/11/2022).

Pelopor menggarisbawahi, Rencana Tata Ruang yang disusun juga harus mempunyai program dan kegiatan yang dapat mempertahankan fungsi kawasan lindung dan benar-benar mengikuti prinsip pembangunan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Tata Ruang, Gabriel Triwibawa yang turut hadir secara langsung berharap, agenda penyusunan RTRWN yang akan berlangsung selama 3 (tiga) tahun ini dapat digaungkan secara masif agar menimbulkan kesadaran semua pihak dan stakeholders dalam membangun sebuah dokumen perencanaan pengembangan wilayah nasional dua puluh tahun mendatang.

Perwujudan Indonesia Emas 2045 melalui Sustainable Development Goals (SDGs) adalah salah satu isu yang mencuat dalam penyusunan rancangan RTRWN 2025-2045 kali ini. “Secara spesifik, pembangunan berkelanjutan didasarkan pada tiga aspek, yakni aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Kita harus menyusun rencana tata ruang yang dapat menjadi wadah untuk mewujudkan ketiga aspek ini dengan selaras dan seimbang” tuturnya.

Menghadapi tantangan mendatang, Gabriel menyoroti bahwa perencanaan dan pemanfaatan ruang yang akomodatif dibutuhkan dalam menghadapi berbagai isu krusial, baik yang terjadi di dalam negeri maupun global. “Setidaknya terdapat 4 isu krusial yang kita hadapi, yaitu perubahan iklim, krisis pangan, krisis energi, dan krisis air bersih. Tentu tantangan-tantangan tersebut memberikan pemikiran kepada kami solusi apa yang dapat kita lakukan melalui perencanaan ruang yang tepat” tegasnya.

Untuk mendukung penyusunan RTRWN yang mengakomodir perwujudan kelestarian fungsi lingkungan hidup, Ia menambahkan, diperlukan kontribusi dari berbagai pihak seperti akademisi dan praktisi. “Kita dapat bersama-sama memberikan pendapat dan masukan. Dalam proses penyusunan RTRWN sampai tahun 2024, saya ingin ada milestones yang termonitor dan apa indikasi keberhasilan program tersebut, sehingga rencana tata ruang yang kita susun bersifat inklusif, terukur, dan menjadi panduan bagi pembangunan di masa depan” tutup Gabriel.

Turut hadir pada acara tersebut perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian, serta Kantah dan Kanwil Badan Pertanahan Nasional di wilayah Provinsi Bali.**


Sumber : Sekretariat Ditjen Tata Ruang

Kembali ke halaman sebelumnyaIndeks Berita