DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

7 Desember 2022

CIPTAKAN PEMBANGUNAN YANG TERARAH SERTA TINGKATKAN INVESTASI DAERAH, MELALUI PENYUSUNAN RTRW DAN RDTR DI DAERAH

Jakarta,- Di penghujung tahun 2022, Kementerian ATR/BPN melalui Direktorat Jenderal Tata Ruang Kembali gelar rapat koordinasi lintas sektor guna mempercepat penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Koordinasi lintas sektor kali ini beragendakan pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Banjarbaru, RDTR WP Perkotaan Gambut-Kertak Hanyar Kabupaten Banjar, RDTR Kawasan Perkotaan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan, serta RDTR di Sekitar Kawasan Industri Maluk Kabupaten Sumbawa Barat pada Senin (05/12/22) di Jakarta.

Membuka kegiatan kali ini, Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin dalam paparannya menyampaikan, terdapat beberapa isu strategis dalam RTRW Kota Banjarbaru. Salah satunya adalah Kota Banjarbaru yang menjadi bagian dari Kawasan Strategis Nasional (KSN) Kawasan Perkotaan Metropolitan Banjarbakula, disamping juga sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, Wali Kota Banjarbaru berharap agar potensi yang dimiliki dapat dimaksimalkan, “kami harap Potensi di Kota Banjarbaru dapat memperoleh dukungan penuh dari pemerintah pusat di dalam pengembangannya serta dapat mendukung peran Kota Banjarbaru dalam KSN Kawasan Perkotaan Metropolitan Banjarbakula,” jelas Wali Kota Banjarbaru.

Masih seputar KSN Kawasan Perkotaan Metropolitan Banjarbakula, WP Perkotaan Gambut-Kertak Hanyar Kabupaten Banjar sendiri, termasuk sebagai Perkotaan Metropolitan Banjarbakula sekitarnya sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL). Mendukung hal tersebut, melalui RDTR WP Perkotaan Gambut-Kertak Hanyar yang termuat dalam tujuan penataan ruangnya sebagai koridor ekonomi dan simpul transportasi darat yang terpadu dengan berlandaskan pembangunan yang berkelanjutan. “Harapan kami, RDTR ini nantinya berperan sebagai tools untuk mewujudkan keterpaduan keterkaitan, dan keseimbangan perkembangan antar sektor maupun wilayah,” tutur Saidi Mansyur selaku Bupati Banjar.

Disisi lain, dalam RDTR Kawasan Perkotaan Tanjung Selor dilakukan pengembangan fungsi-fungsi perkotaan berskala regional dalam rangka menunjang Kota Tanjung Selor sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara. Selain itu, Bupati Bulungan Syarwani turut menegaskan jika dalam mengoptimalisasikan pemanfaatan potensi fisik, sosial, dan ekonomi dibutuhkan pengaturan dan pengendalian pembangunan wilayah kota. Terakhir beliau berharap bahwa, “RDTR Kawasan Perkotaan Tanjung Selor diharapkan dapat menjadi acuan dalam pemanfaatan ruang di Perkotaan Tanjung Selor,” tutup Syarwani.

Bupati Sumbawa Barat Musyafirin pada kesempatan yang sama memaparkan kondisi Wilayah Perencanaan (WP) pada RDTR di Sekitar Kawasan Industri Maluk, berupa perkembangan investasi sebagai sektor-sektor pendukung, yang di dalamnya terdapat perkembangan kawasan industri, pertambangan dan kegiatan wisata. “RDTR di Sekitar Kawasan Industri Maluk sangat membantu dalam mewujudkan pemanfaatan ruang yang sesuai dengan ketentuannya, lebih lanjut RDTR ini dapat memberikan dukungan terhadap sektor unggulan di Sekitar Kawasan Industri Maluk,” papar Bupati Sumbawa Barat.

Setelah dilakukan pemaparan oleh masing-masing kepala daerah, Dirjen Tata Ruang Gabriel Triwibawa dalam arahannya menjelaskan, untuk RTRW Kota Banjarbaru perlu konfirmasi 2 (dua), diantaranya mengenai jalan bebas hambatan, serta Jaringan dan layanan kereta api antarkota. Selain itu, pada RDTR WP Perkotaan Gambut-Kertak Hanyar perlu mengakomodir kegiatan/program terkait dengan penyediaan ruang terbuka hijau publik dalam Lampiran dan BA komitmen daerah.

Terakhir, beliau menghimbau untuk memperhatikan aspek Ruang Terbuka Hijau (RTH) bagi masing-masing daerah yang memiliki potensi bencana banjir. Perlu diperhatikan pula, hal-hal kecil seperti nomenklatur dalam RTRW dan RDTR agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.

“Dengan disusunnya RTRW dan RDTR, pembangunan bisa dilakukan secara terarah serta kedepannya investasi akan terus tumbuh dan berkembang bagi masing-masing wilayah,” tutup Dirjen Tata Ruang.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama Kementerian/Lembaga dan instansi terkait yang dimoderatori oleh Direktur Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II, Rahma Julianti.**


Sumber : Sekretariat Ditien Tata Ruang

Kembali ke halaman sebelumnyaIndeks Berita